Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 November 2022

Pengertian Puisi, Jenis, Struktur & Unsur Pembentuknya

 

Pengertian Puisi, Jenis, Struktur & Unsur Pembentuknya



Pengertian puisi adalah teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyairnya dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Dalam puisi, kita dapat mengungkapkan berbagai hal, seperti kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan yang kamu ungkapkan dalam bahasa indah. Hanya saja, kamu jarang menyadarinya bahwa itu adalah puisi.

Jenis-Jenis Puisi

Terdapat beberapa jenis puisi berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasannya, yaitu puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif. Kita bahas satu per satu, ya!


1. Puisi Naratif

Puisi naratif adalah puisi yang mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Puisi naratif terbagi menjadi dua, yaitu balada dan romansa. Wah, apa tuh bedanya? Nah, balada adalah jenis puisi yang bercerita tentang orang-orang perkasa maupun tokoh pujaan. Contoh puisi balada ini pernah ditulis oleh W.S. Rendra yang berjudul Balada Orang-Orang Tercinta. 

Sementara itu, romansa adalah jenis puisi yang bercerita tentang kisah percintaan, dan diselingi perkelahian atau petualangan. Contohnya puisi karya Sitor Situmorang yang berjudul Lagu Gadis Itali.


2. Puisi Lirik

Puisi lirik adalah puisi yang mengungkapkan berbagai perasaan penyairnya. Puisi lirik dibagi menjadi tiga macam, yaitu elegi, serenada, dan ode. Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka dari si penyairnya. 

Selanjutnya, serenada adalah sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Nyanyian serenada ini tepat dinyanyikan pada waktu senja. Contohnya puisi Serenada Biru karya W.S. Rendra. Terakhir, ode merupakan jenis puisi yang berisi pujian yang dapat ditunjukkan untuk seseorang, suatu hal, maupun suatu keadaan. 


3. Puisi Deskriptif

Puisi deskriptif adalah puisi di mana penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap suatu keadaan, peristiwa, benda, maupun suasana yang menarik perhatiannya. Puisi deskriptif terbagi menjadi dua, yaitu satire dan puisi kritik sosial.

Satire adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan, tetapi dengan cara menyindir atau menyatakan hal yang sebaliknya. Contohnya, puisi karya KH A Mustofa Bisri yang berjudul Negeriku. Sementara itu, puisi kritik sosial juga merupakan jenis puisi yang mengungkapkan ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan, tetapi dengan cara membeberkan atau menyebarkan ketidakadilan yang terjadi. Contohnya, puisi yang berjudul Aku Tulis Pamplet Ini karya W.S. Rendra.


Unsur Pembentuk Puisi

Oke, setelah kamu mengetahui pengertian, jenis, dan bentuk penyampaian puisi, sekarang, mari kita simak apa saja unsur-unsur pembentuk puisi, ya.


1. Majas dan Irama

Teks puisi merupakan teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyairnya dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Teks puisi mengutamakan majas dan juga irama.

Majas (figurative language) adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yang dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan perumpamaan. Majas yang biasanya digunakan adalah majas personifikasi, majas paralelisme, majas metafora, majas hiperbola, dan majas perumpamaan.

Irama (musikalitas) adalah alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang. Irama berfungsi untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam sebuah puisi yang pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu seperti sedih, kecewa, marah, rindu, dan bahagia.


2. Penggunaan Kata-Kata Konotasi

Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah mengalami penambahan-penambahan, baik itu berdasarkan pengalaman, kesan, maupun imajinasi, dan perasaan penyair. Puisi memang banyak menggunakan kata-kata bermakna konotatif. Hal itu merupakan kiasan atau merupakan suatu perbandingan.


3. Kata-Kata Berlambang

Lambang atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata yang menyatakan maksud tertentu. Misalnya, rantai dan padi kapas dalam gambar Garuda Pancasila, tunas kelapa sebagai lambang Pramuka. Lambang-lambang itu menyatakan arti tertentu yang bisa dipahami umum.

Untuk kata-kata dalam puisi, seperti kata putih yang melambangkan kesucian atau kebersihan, bunga yang melambangkan kecantikan, api yang melambangkan kemarahan, dan baja yang melambangkan kekuatan atau ketangguhan.


4. Pengimajinasian dalam Puisi

Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair. Kata-kata yang digunakan penyair membuat pembaca seolah-olah mendengar suara (imajinasi auditif), melihat benda-benda (imajinasi visual), atau meraba dan menyentuh benda-benda (imajinasi taktil).


Struktur Batin Puisi


1. Tema

Tema adalah gagasan pokok yang ingin diungkapkan oleh penyair. Tema biasanya tersirat dalam keseluruhan isi puisi. Tema yang diungkapkan merupakan penggambaran suasana batin atau juga berupa respons penyair terhadap kenyataan sosial budaya.


2. Nada dan Suasana

Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca, sedangkan suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Nada dan suasana puisi saling berkaitan karena nada puisi menimbulkan suasana terhadap pembacanya.


3. Perasaan dalam Puisi

Puisi mengungkapkan perasaan dari penyair. Jika penyair hendak mengungkapkan keindahan alam, maka sebagai sarana ekspresi ia akan menggunakan imaji-imaji, majas serta diksi yang mewakili makna tentang keindahan alam.


4. Amanat

Amanat merupakan suatu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Pesan tersebut dihadirkan dalam ungkapan yang tersembunyi. Amanat akan selaras dengan tema dari puisi tersebut.

Share:

Teks Pidato: Pengertian Hingga Contohnya

 Teks Pidato: Pengertian Hingga Contohnya.

Teks pidato adalah tulisan yang berisi pikiran-pikiran seseorang untuk disampaikan di hadapan umum. Pidato biasanya dibacakan sebagai pembuka atau peresmian suatu acara.
Isi dari teks pidato disesuaikan dengan tema acara. Karena itu, perlu persiapan yang matang sebelum menyampaikan pidato. Teks pidato bisa didengar dalam berbagai peristiwa formal, misal upacara.

A. Pengertian teks pidato

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak, wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.

Sedangkan teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Dapat disimpulkan teks pidato sebagai tulisan yang berisi pikiran-pikiran seseorang untuk disampaikan di hadapan umum.

B. Tujuan teks pidato

1. Meyakinkan pendengar agar pendengar mempercayainya

2. Mendorong atau memberikan motivasi kepada pendengar

3. Memberitahukan sesuatu kepada khalayak ramai agar diketahui oleh pendengar

4. Mendorong tindakan atau berbuat

5. Menyenangkan atau menghibur sehingga pendengar merasa terhibur

C. Struktur teks pidato

1. Pembuka
Bagian pembuka merupakan paragraf awal dalam teks pidato. Pembuka umumnya berisi kalimat sapaan, ungkapan puji syukur, dan ucapan terima kasih.

2. Isi
Bagian isi merupakan bagian yang paling penting karena di dalamnya diungkapkan pokok-pokok permasalahan yang akan disampaikan kepada para pendengar.

3. Penutup
Bagian penutup berisi imbauan, ajakan, saran, dan kesimpulan apa yang telah disampaikan sebelumnya, serta ucapan terima kasih dan permohonan maaf.


D. Metode teks pidato

1. Metode naskah yaitu cara berpidato dengan membacakan teks pidato, pada pidato-pidato resmi seperti pidato kenegaraan.

2. Metode impromptu atau serta merta, yaitu metode berpidato tanpa persiapan.

3. Metode ekstemporan, yaitu metode teks pidato di mana membuat catatan penting yang sekaligus menjadi urutan dalam menyampaikan pidato.

4. Metode menghafal yaitu cara berpidato dengan menghafal isi pidato. Setelah hafal, disampaikannya di depan umum.

E. Merancang teks pidato

1. Tentukan tema atau topik

2. Kembangkan dalam kerangka teks pidato yang terdiri dari pembuka, isi, dan penutup

3. Susun kerangka menjadi teks pidato yang lengkap

4. Contoh Teks Pidato






Share:

Teks Tanggapan

 

Pengertian Teks Tanggapan: Ciri-Ciri, Struktur, dan Kaidah.



Pengertian Teks Tanggapan – Pada dasarnya, semua manusia dapat dikategorikan sebagai makhluk sosial, yang mana kodrat dari makhluk sosial yaitu selalu membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya saja, secara sadar maupun tidak sadar, dalam kehidupan sehari-hari Kita diharuskan untuk melakukan interaksi sesama manusia.

Salah satu interaksi yang sering digunakan oleh manusia adalah memberikan tanggapan atas suatu hal baik untuk sebuah karya, objek, kebijakan, dan lain sebagainya. Nah, dalam artikel ini, Kita akan belajar tentang pengertian dari teks tanggapan. Tidak hanya itu, Kita juga akan memahami berbagai aspek dari teks tanggapan, mulai dari tujuan, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, jenis, hingga tentunya contoh dari teks tanggapan.

A. Pengertian Teks Tanggapan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, KBBI dapat diartikan sebagai suatu sambutan terhadap ucapan yang dapat berwujud kritik, komentar, dan lain sebagainya.

Sementara itu, menurut Sujanto dalam penelitian pada tahun 2004, tanggapan merupakan suatu gambaran pengamatan yang berasal dari kesadaran seorang manusia ketika telah melakukan pengamatan.

Oleh karena itu, teks tanggapan sendiri dapat disebut sebagai sebuah teks yang bisa disampaikan melalui komentar, evaluasi, kritik, pujian, dukungan, hingga penolakan terhadap suatu hal. Beberapa hal yang dapat ditanggapi biasanya berangkat dari sudut pandang atau pengamatan yang muncul dalam pemikiran seseorang.

B. Ciri-Ciri Teks Tanggapan

Setelah mengetahui tentang pengertian atau definisi dari teks tanggapan, pada bagian ini Kamu akan disajikan penjelasan tentang ciri-ciri dari teks tanggapan. Dengan mengetahui ciri-ciri dari teks tanggapan, Kamu bisa jadi lebih mampu untuk mengenali dan membedakan teks tanggapan dengan teks yang lain.

Nah, beberapa ciri-ciri dari teks tanggapan yang perlu Kamu perhatikan adalah, sebagai berikut:

1. Teks tanggapan memiliki isi yang bersifat objektif. Objektif sendiri dapat dipahami sebagai suatu yang berdasarkan fakta dan data atau keadaan yang sebenarnya.

2. Teks tanggapan memiliki kaidah kebahasaan yang unik. Kaidah kebahasaan ini disampaikan secara jelas dan logis, tetapi tetap mematuhi norma sopan santun yang berlaku di masyarakat.

3. Teks tanggapan memiliki struktur teks yang terdiri dari 3 bagian, mulai dari evaluasi, deskripsi, dan penegasan kembali.

C. Struktur Teks Tanggapan

Seperti yang sudah disinggung di bagian ciri-ciri teks tanggapan, bahwa teks tanggapan memiliki tiga struktur yang terdiri dari evaluasi, deskripsi, dan penegasan kembali. Struktur pada suatu teks dapat Kamu gunakan ketika hendak menulis suatu tanggapan.

Nah, berikut ini akan disajikan penjelasan tentang struktur teks tanggapan yang perlu Kamu ketahui sebelum menulis, diantaranya yaitu:

1. Evaluasi

Bagian pertama dari struktur teks tanggapan adalah evaluasi. Evaluasi dapat dipahami sebagai bagian awal dari teks tanggapan yang berisi berbagai pernyataan umum tentang isu atau permasalahan dari penulis. Beberapa ahli mengatakan bahwa evaluasi adalah suatu hal yang menjadi fokus atau konsentrasi dari seorang penanggap. Hal ini menjadikan pembaca mengetahui fokus permasalahan atau gagasan dari sebuah tanggapan.

2. Deskripsi

Bagian kedua dari struktur teks tanggapan adalah penegasan ulang. Deskripsi sendiri dapat dikatakan sebagai bagian dari teks tanggapan yang memuat inti pembahasan dari penulis. Deskripsi juga biasanya terdiri dari informasi tentang permasalah yang diangkat penulis. Di sini penulis dapat memberikan tanggapan berupa opini dari berbagai sudut pandang dan bukti atau fakta pendukung terkait suatu yang ditanggapi.

3. Penegasan Ulang

Bagian ketiga dari struktur teks tanggapan adalah penegasan ulang. Penegasan ulang adalah bagian terakhir atau penutup dari teks tanggapan. Bagian ini memiliki fungsi untuk memberikan simpulan yang ditentukan oleh penulis terkait isu yang dibahas. Selain itu, penulis juga dapat memberikan saran atau masukan sehingga dapat dijadikan pembelajaran bagi para pembaca.

D. Kaidah Kebahasaan dari Teks Tanggapan

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri, dan struktur dari teks tanggapan, berikutnya Kita akan mempelajari tentang kaidah kebahasaan yang ada pada teks tanggapan. Kaidah kebahasaan sendiri dapat digunakan untuk membedakan teks tanggapan dengan teks yang lain berdasarkan gaya bahasanya.

Kaidah kebahasaan dari teks tanggapan sendiri ada 4, berikut ini adalah penjelasan dari empat kaidah kebahasaan teks tanggapan yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:

1. Kalimat Kompleks

Kaidah kebahasaan yang pertama dari teks tanggapan yaitu kalimat kompleks. Kalimat kompleks pada dasarnya adalah kalimat yang identik dengan adanya induk kalimat dan anak kalimat. Kalimat kompleks pada teks tanggapan biasanya memiliki dua struktur dan dua kata kerja atau verba, yang mana biasa digunakan untuk menjelaskan informasi atau tanggapan yang ingin disampaikan oleh penulis.

2. Konjungsi

Kaidah kebahasaan yang kedua dari teks tanggapan adalah konjungsi. Konjungsi sendiri dapat digunakan untuk menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Tidak hanya kalimat, konjungsi juga dapat biasa digunakan untuk menyambungkan pembahasan yang satu dengan pembahasan yang lain. Konjungsi pada dasarnya memiliki tujuan yang dapat dimanfaatkan penulis untuk menghubungkan berbagai informasi, fakta, atau data terkait isu atau permasalahan yang dibahas.

3. Diksi atau Pemilihan Kata

Kaidah kebahasaan yang ketiga dari teks tanggapan adalah diksi atau pemilihan kata. Gaya bahasa khas dari teks tanggapan ini memiliki tujuan agar penulis dapat melakukan pemilihan kata yang tepat. Hal ini dilakukan supaya penyampaian tanggapan pada teks bisa dilakukan dengan jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.

4. Rujukan atau Referensi

Kaidah kebahasaan yang keempat dari teks tanggapan adalah rujukan atau referensi. Rujukan atau referensi ini memiliki fungsi untuk menguatkan argumen yang disampaikan oleh penulis. Rujukan atau referensi juga dapat digunakan untuk mendukung informasi atau tanggapan yang disajikan kepada pembaca.

Share:

Minggu, 06 November 2022

Teks Eksplanasi

 

Teks Eksplanasi : Pengertian, Ciri, Struktur dan Contoh



Pengertian Teks Eksplanasi

Apakah yang dimaksud dengan teks eksplanasi? Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik itu kejadian alam maupun kejadian sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan proses.

Lalu, gimana ya caranya kita tahu bahwa sebuah teks itu disebut sebagai teks eksplanasi? Yuk, kenali ciri-ciri dan struktur teks eksplanasi!

 

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Ada beberapa ciri-ciri teks eksplanasi, antara lain:

  • Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual).
  • Hal yang dibahas, yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
  • Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.
  • Fokus pada hal umum (generik), bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan lainnya.

 

Struktur Teks Eksplanasi

Sebuah teks bisa dikategorikan sebagai teks eksplanasi jika memiliki struktur sebagai berikut ini. 

1. Identifikasi Fenomena

Di bagian ini, sebuah teks eksplanasi menjelaskan tentang gambaran umum fenomena/peristiwa alam yang akan dibahas. Poinnya bisa mengangkat tentang proses bagaimana fenomena alam tersebut bisa terjadi.

2. Rangkaian Kejadian

Setelah mengetahui secara umum fenomena yang akan dibahas, pada bagian ini dijelaskan tentang penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari fenomena tersebut. Kamu bisa melakukan deskripsi dalam beberapa paragraf terkait sebab dan akibatnya. Bagian ini disebut juga dengan deretan penjelas.

3. Interpretasi

Interpretasi dalam teks eksplanasi dapat dikatakan sebagai ulasan atau penarikan kesimpulan. Kamu bisa memberikan tanggapan atau pernyataan terkait fenomena yang diangkat dalam teks tersebut.

---

 

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Ada pun dalam menyusun teks eksplanasi perlu memperhatikan kaidah kebahasaan berikut ini:

  • Menggunakan kalimat pasif
  • Menggunakan konjungsi kasual dan waktu
  • Terdapat istilah ilmiah
  • Menggunakan kata kerja material dan rasional
  • Bersifat informatif


Contoh Teks Eksplanasi




Banjir

Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.


Penyebab Alami Banjir
Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi  berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.


Penyebab Banjir karena Faktor Sosial
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.


Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.

Share:

Minggu, 23 Oktober 2022

Teks Laporan Percobaan

Laporan Percobaan: Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, dan Contoh Laporan percobaan.

Mengenal teks laporan percobaan tujuan, ciri-ciri, struktur, hingga contohnya.

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Secara umum, teks laporan percobaan digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, hasil eksperimen atau laporan praktikum yang di dalamnya memaparkan bahan, alat, dan proses percobaan. 

Biasanya, seseorang atau kelompok yang  akan melakukan percobaan punya dugaan hasil atau hipotesis. Hipotesis tersebutlah yang harus diuji dan dibuktikan dalam kegiatan percobaan.

Sebenarnya teks laporan percobaan tidak jauh berbeda dengan teks laporan observasi. Namun, jika dicermati dengan saksama, perbedaan keduanya hanya terletak pada proses eksperimen yang dilakukan.


Tujuan Teks Laporan Hasil Percobaan

Tujuan percobaan adalah memahami suatu materi dengan cara eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan cara pengamatan guna mengenali hubungan sebab akibat antara gejala. Jadi, isi dari teks laporan percobaan dimulai dengan pemaparan tujuan, proses, sampai percobaan yang dibuat secara sistematis.


Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Percobaan 

Teks laporan hasil percobaan memiliki ciri-ciri berikut ini:
1. Melaporkan hasil percobaan.
2. Percobaan ilmiah dilakukan guna menguji sesuatu.
3. Teks laporan percobaan diawali dengan memaparkan tujuan percobaan.
4. Memaparkan bahan dan alat yang diperlukan untuk melasanakan percobaan.
5. Memaparkan prosedur melaksanakan percobaan dan melakukan pengamatan.
6. Memaparkan pencatatan hasil percobaan.
7. Di akhir laporan dipaparkan simpulan hasil percobaan berdasarkan hasil analisis terhadap data hasil pengamatan.


Struktur Teks Laporan Hasil Percobaan

Umumnya, teks laporan percobaan terdiri dari 5 struktur. Simak struktur berikut ini sebelum lanjut ke contoh teks laporan percobaan ya, Sobat!

1. Tujuan

Pada bagian ini, sobat harus menjelaskan latar belakang mengapa percobaan ini perlu dilakukan.

2. Bahan dan Alat

Tuliskan alat-alat yang memang benar digunakan pada saat percobaan. Bahan yang memang benar digunakan ditulis sesuai dengan apa yang digunakan saat percobaan.

3. Langkah percobaan

Sebutkan dan deskripsikan secara rinci proses atau langkah sistematis dalam proses percobaan yang sobat lakukan. Selain itu, sampaikan langkah percobaan atau cara kerja menggunakan kalimat aktif bukan kalimat suruh sehingga menceritakan  apa  yang telah dilakukan saat percobaan.

4. Hasil Percobaan

Pada bagian ini, sobat dapat menjelaskan hasil pengamatan sesuai dengan apa yang didapatkan saat percobaan. Uraikan hasil percobaan secara detail.

5. Kesimpulan

TTerakhir, buat kesimpulan dari seluruh rangkaian proses percobaan yang sobat lakukan hingga ke hasil yang sobat peroleh. Kesimpulan merupakan jawaban dari hipote.


Contoh teks Laporan Observasi



Percobaan Membuat Telur Asin

Tujuan 

Telur asin adalah telur yang dibuat dari telur bebek yang sudah melalui proses pengasinan lebih dahulu. Telur asin mengandung banyak vitamin dan gizi sehingga mengkonsumsi telur asin bisa bermanfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat mengkonsumsi telur asin adalah menjaga sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan fungsi penglihatan. Proses pembuatan telur asin sangat mudah dan sederhana dan dilakukan dengan cara tradisional. 

Alat dan bahan

Telur bebek
Abu gosok
Tanah liat
Garam
Ampelas

Langkah-langkah percobaan

1. Cuci telur bebek hingga bersih, kemudian ampelas kulit telur sampai tipis.
2. Campurkan abu gosok, tanah liat, dan garam hingga merata.
3. Lapisi telur yang sudah diamplas menggunakan bahan campuran tadi.
4. Diamkan telur pada suhu ruang hingga 20 hari atau 3 minggu.

Kesimpulan

Dari hasil percobaan telur asin di atas menghasilkan kandungan gizi yang cukup lengkap dan cocok dikonsumsi oleh segala usia, kecuali bagi penderita darah tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya kandungan garam pada telur asin. Meskipun telur asin memiliki kandungan gizi yang lengkap, tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah banyak. 

sis yang diajukan.



Share: