Minggu, 13 November 2022

Teks Pidato: Pengertian Hingga Contohnya

 Teks Pidato: Pengertian Hingga Contohnya.

Teks pidato adalah tulisan yang berisi pikiran-pikiran seseorang untuk disampaikan di hadapan umum. Pidato biasanya dibacakan sebagai pembuka atau peresmian suatu acara.
Isi dari teks pidato disesuaikan dengan tema acara. Karena itu, perlu persiapan yang matang sebelum menyampaikan pidato. Teks pidato bisa didengar dalam berbagai peristiwa formal, misal upacara.

A. Pengertian teks pidato

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak, wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.

Sedangkan teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Dapat disimpulkan teks pidato sebagai tulisan yang berisi pikiran-pikiran seseorang untuk disampaikan di hadapan umum.

B. Tujuan teks pidato

1. Meyakinkan pendengar agar pendengar mempercayainya

2. Mendorong atau memberikan motivasi kepada pendengar

3. Memberitahukan sesuatu kepada khalayak ramai agar diketahui oleh pendengar

4. Mendorong tindakan atau berbuat

5. Menyenangkan atau menghibur sehingga pendengar merasa terhibur

C. Struktur teks pidato

1. Pembuka
Bagian pembuka merupakan paragraf awal dalam teks pidato. Pembuka umumnya berisi kalimat sapaan, ungkapan puji syukur, dan ucapan terima kasih.

2. Isi
Bagian isi merupakan bagian yang paling penting karena di dalamnya diungkapkan pokok-pokok permasalahan yang akan disampaikan kepada para pendengar.

3. Penutup
Bagian penutup berisi imbauan, ajakan, saran, dan kesimpulan apa yang telah disampaikan sebelumnya, serta ucapan terima kasih dan permohonan maaf.


D. Metode teks pidato

1. Metode naskah yaitu cara berpidato dengan membacakan teks pidato, pada pidato-pidato resmi seperti pidato kenegaraan.

2. Metode impromptu atau serta merta, yaitu metode berpidato tanpa persiapan.

3. Metode ekstemporan, yaitu metode teks pidato di mana membuat catatan penting yang sekaligus menjadi urutan dalam menyampaikan pidato.

4. Metode menghafal yaitu cara berpidato dengan menghafal isi pidato. Setelah hafal, disampaikannya di depan umum.

E. Merancang teks pidato

1. Tentukan tema atau topik

2. Kembangkan dalam kerangka teks pidato yang terdiri dari pembuka, isi, dan penutup

3. Susun kerangka menjadi teks pidato yang lengkap

4. Contoh Teks Pidato






Share:

Teks Tanggapan

 

Pengertian Teks Tanggapan: Ciri-Ciri, Struktur, dan Kaidah.



Pengertian Teks Tanggapan – Pada dasarnya, semua manusia dapat dikategorikan sebagai makhluk sosial, yang mana kodrat dari makhluk sosial yaitu selalu membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya saja, secara sadar maupun tidak sadar, dalam kehidupan sehari-hari Kita diharuskan untuk melakukan interaksi sesama manusia.

Salah satu interaksi yang sering digunakan oleh manusia adalah memberikan tanggapan atas suatu hal baik untuk sebuah karya, objek, kebijakan, dan lain sebagainya. Nah, dalam artikel ini, Kita akan belajar tentang pengertian dari teks tanggapan. Tidak hanya itu, Kita juga akan memahami berbagai aspek dari teks tanggapan, mulai dari tujuan, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, jenis, hingga tentunya contoh dari teks tanggapan.

A. Pengertian Teks Tanggapan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, KBBI dapat diartikan sebagai suatu sambutan terhadap ucapan yang dapat berwujud kritik, komentar, dan lain sebagainya.

Sementara itu, menurut Sujanto dalam penelitian pada tahun 2004, tanggapan merupakan suatu gambaran pengamatan yang berasal dari kesadaran seorang manusia ketika telah melakukan pengamatan.

Oleh karena itu, teks tanggapan sendiri dapat disebut sebagai sebuah teks yang bisa disampaikan melalui komentar, evaluasi, kritik, pujian, dukungan, hingga penolakan terhadap suatu hal. Beberapa hal yang dapat ditanggapi biasanya berangkat dari sudut pandang atau pengamatan yang muncul dalam pemikiran seseorang.

B. Ciri-Ciri Teks Tanggapan

Setelah mengetahui tentang pengertian atau definisi dari teks tanggapan, pada bagian ini Kamu akan disajikan penjelasan tentang ciri-ciri dari teks tanggapan. Dengan mengetahui ciri-ciri dari teks tanggapan, Kamu bisa jadi lebih mampu untuk mengenali dan membedakan teks tanggapan dengan teks yang lain.

Nah, beberapa ciri-ciri dari teks tanggapan yang perlu Kamu perhatikan adalah, sebagai berikut:

1. Teks tanggapan memiliki isi yang bersifat objektif. Objektif sendiri dapat dipahami sebagai suatu yang berdasarkan fakta dan data atau keadaan yang sebenarnya.

2. Teks tanggapan memiliki kaidah kebahasaan yang unik. Kaidah kebahasaan ini disampaikan secara jelas dan logis, tetapi tetap mematuhi norma sopan santun yang berlaku di masyarakat.

3. Teks tanggapan memiliki struktur teks yang terdiri dari 3 bagian, mulai dari evaluasi, deskripsi, dan penegasan kembali.

C. Struktur Teks Tanggapan

Seperti yang sudah disinggung di bagian ciri-ciri teks tanggapan, bahwa teks tanggapan memiliki tiga struktur yang terdiri dari evaluasi, deskripsi, dan penegasan kembali. Struktur pada suatu teks dapat Kamu gunakan ketika hendak menulis suatu tanggapan.

Nah, berikut ini akan disajikan penjelasan tentang struktur teks tanggapan yang perlu Kamu ketahui sebelum menulis, diantaranya yaitu:

1. Evaluasi

Bagian pertama dari struktur teks tanggapan adalah evaluasi. Evaluasi dapat dipahami sebagai bagian awal dari teks tanggapan yang berisi berbagai pernyataan umum tentang isu atau permasalahan dari penulis. Beberapa ahli mengatakan bahwa evaluasi adalah suatu hal yang menjadi fokus atau konsentrasi dari seorang penanggap. Hal ini menjadikan pembaca mengetahui fokus permasalahan atau gagasan dari sebuah tanggapan.

2. Deskripsi

Bagian kedua dari struktur teks tanggapan adalah penegasan ulang. Deskripsi sendiri dapat dikatakan sebagai bagian dari teks tanggapan yang memuat inti pembahasan dari penulis. Deskripsi juga biasanya terdiri dari informasi tentang permasalah yang diangkat penulis. Di sini penulis dapat memberikan tanggapan berupa opini dari berbagai sudut pandang dan bukti atau fakta pendukung terkait suatu yang ditanggapi.

3. Penegasan Ulang

Bagian ketiga dari struktur teks tanggapan adalah penegasan ulang. Penegasan ulang adalah bagian terakhir atau penutup dari teks tanggapan. Bagian ini memiliki fungsi untuk memberikan simpulan yang ditentukan oleh penulis terkait isu yang dibahas. Selain itu, penulis juga dapat memberikan saran atau masukan sehingga dapat dijadikan pembelajaran bagi para pembaca.

D. Kaidah Kebahasaan dari Teks Tanggapan

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri, dan struktur dari teks tanggapan, berikutnya Kita akan mempelajari tentang kaidah kebahasaan yang ada pada teks tanggapan. Kaidah kebahasaan sendiri dapat digunakan untuk membedakan teks tanggapan dengan teks yang lain berdasarkan gaya bahasanya.

Kaidah kebahasaan dari teks tanggapan sendiri ada 4, berikut ini adalah penjelasan dari empat kaidah kebahasaan teks tanggapan yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:

1. Kalimat Kompleks

Kaidah kebahasaan yang pertama dari teks tanggapan yaitu kalimat kompleks. Kalimat kompleks pada dasarnya adalah kalimat yang identik dengan adanya induk kalimat dan anak kalimat. Kalimat kompleks pada teks tanggapan biasanya memiliki dua struktur dan dua kata kerja atau verba, yang mana biasa digunakan untuk menjelaskan informasi atau tanggapan yang ingin disampaikan oleh penulis.

2. Konjungsi

Kaidah kebahasaan yang kedua dari teks tanggapan adalah konjungsi. Konjungsi sendiri dapat digunakan untuk menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Tidak hanya kalimat, konjungsi juga dapat biasa digunakan untuk menyambungkan pembahasan yang satu dengan pembahasan yang lain. Konjungsi pada dasarnya memiliki tujuan yang dapat dimanfaatkan penulis untuk menghubungkan berbagai informasi, fakta, atau data terkait isu atau permasalahan yang dibahas.

3. Diksi atau Pemilihan Kata

Kaidah kebahasaan yang ketiga dari teks tanggapan adalah diksi atau pemilihan kata. Gaya bahasa khas dari teks tanggapan ini memiliki tujuan agar penulis dapat melakukan pemilihan kata yang tepat. Hal ini dilakukan supaya penyampaian tanggapan pada teks bisa dilakukan dengan jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.

4. Rujukan atau Referensi

Kaidah kebahasaan yang keempat dari teks tanggapan adalah rujukan atau referensi. Rujukan atau referensi ini memiliki fungsi untuk menguatkan argumen yang disampaikan oleh penulis. Rujukan atau referensi juga dapat digunakan untuk mendukung informasi atau tanggapan yang disajikan kepada pembaca.

Share:

Minggu, 06 November 2022

Teks Eksplanasi

 

Teks Eksplanasi : Pengertian, Ciri, Struktur dan Contoh



Pengertian Teks Eksplanasi

Apakah yang dimaksud dengan teks eksplanasi? Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik itu kejadian alam maupun kejadian sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan proses.

Lalu, gimana ya caranya kita tahu bahwa sebuah teks itu disebut sebagai teks eksplanasi? Yuk, kenali ciri-ciri dan struktur teks eksplanasi!

 

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Ada beberapa ciri-ciri teks eksplanasi, antara lain:

  • Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual).
  • Hal yang dibahas, yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
  • Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.
  • Fokus pada hal umum (generik), bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan lainnya.

 

Struktur Teks Eksplanasi

Sebuah teks bisa dikategorikan sebagai teks eksplanasi jika memiliki struktur sebagai berikut ini. 

1. Identifikasi Fenomena

Di bagian ini, sebuah teks eksplanasi menjelaskan tentang gambaran umum fenomena/peristiwa alam yang akan dibahas. Poinnya bisa mengangkat tentang proses bagaimana fenomena alam tersebut bisa terjadi.

2. Rangkaian Kejadian

Setelah mengetahui secara umum fenomena yang akan dibahas, pada bagian ini dijelaskan tentang penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari fenomena tersebut. Kamu bisa melakukan deskripsi dalam beberapa paragraf terkait sebab dan akibatnya. Bagian ini disebut juga dengan deretan penjelas.

3. Interpretasi

Interpretasi dalam teks eksplanasi dapat dikatakan sebagai ulasan atau penarikan kesimpulan. Kamu bisa memberikan tanggapan atau pernyataan terkait fenomena yang diangkat dalam teks tersebut.

---

 

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Ada pun dalam menyusun teks eksplanasi perlu memperhatikan kaidah kebahasaan berikut ini:

  • Menggunakan kalimat pasif
  • Menggunakan konjungsi kasual dan waktu
  • Terdapat istilah ilmiah
  • Menggunakan kata kerja material dan rasional
  • Bersifat informatif


Contoh Teks Eksplanasi




Banjir

Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.


Penyebab Alami Banjir
Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi  berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.


Penyebab Banjir karena Faktor Sosial
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.


Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.

Share:

Sejarah Singkat Proklamasi Kemedekaan Indonesia

 

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Waktu Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka seluruh masyarakat Indonesia sangat senang karena mereka sudah terlalu lama dijajah oleh beberapa negara seperti Belanda dan Jepang.

Bukan hanya senang, tetapi bangsa Indonesia juga mendapatkan semangat kemerdekaan yang tinggi yang dilandasi dengan rasa keberanian untuk mengambil keputusan dan membela kebenaran.

Dengan pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada dunia maka Indonesia telah dinyatakan sebagai negara baru yang memiliki kedudukan yang sama dengan negara-negara lain yang sudah melakukan Proklamasi Kemerdekaan. Bagi negara yang belum merdeka maka pengumuman Proklamasi Kemerdekaan pada dunia adalah suatu impian yang sangat didamba-dambakan.

Setiap negara punya sejarah sendiri untuk melakukan Proklamasi Kemerdekaan. Sama halnya negara dan bangsa Indonesia yang di mana sejarah Proklamasi Kemerdekaannya membutuhkan beberapa hal, seperti menggunakan rumah Laksamana Muda Maeda, pemilihan naskah Proklamasi, dan lain-lain.

Namun, sebelum membahas tentang sejarah singkat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sebaiknya kita kenali dulu apa arti dari “proklamasi kemerdekaan”. Dengan mengetahui “proklamasi kemerdekaan” maka kita bisa merasakan rasa kemerdekaan pada suatu negara. Berikut pengertian “Proklamasi Kemerdekaan”.

Pengertian Proklamasi Kemerdekaan

Istilah “Proklamasi” berasal dari bahasa Latin, yaitu proclamare yang memiliki arti berupa pengumuman atau pemberitahuam pada khalayak umum. Pengumuman yang dimaksud ialah pengumuman yang berkaitan dengan hal-hal ketatanegaraan.

Sedangkan “Proklamasi Kemerdekaan” mempunyai arti, yaitu pengumuman kepada seluruh rakyat akan kemerdekaan negaranya. Pengumuman kemerdekaan tersebut bukan hanya ditujukan kepada rakyat yang merasakan kemerdekaan, tetapi juga ditujukan kepada rakyat yang ada di seluruh dunia dan kepada semua bangsa yang ada di dunia.

Dengan Proklamasi Kemerdekaan yang sudah diumumkan dan diberitahukan kepada seluruh warga dunia maka seluruh dunia akan tahu bahwa ada negara baru yang terbebas dari jajahan negara lain. Proklamasi Kemerdekaan yang terjadi pada suatu negara sangatlah berarti bagi bangsanya. Proklamasi Kemerdekaan merupakan sebuah tanda bahwa suatu negara dan bangsa telah mencapai revolusi, mencatatkan sejarah perjuangan, dan yang  terpenting adalah terbebas dari cengkraman para penjajah.

Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

 

Pada saat itu, sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, banyak sekali peristiwa yang terjadi yang melatarbelakangi terjadinya pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, salah satu peristiwa tersebut adalah dijatuhkannya bom di kota Hiroshima di tanggal 6 Agustus 1945 dan tanggal 9 Agustus 1945 di kota Nagasaki.

Semua bom tersebut dijatuhkan di Amerika dengan tujuan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat. Pada momen kekosongan kekuasaan inilah Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaannya

Pada saat itu, sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, banyak sekali peristiwa yang terjadi yang melatarbelakangi terjadinya pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, salah satu peristiwa tersebut adalah dijatuhkannya bom di kota Hiroshima di tanggal 6 Agustus 1945 dan tanggal 9 Agustus 1945 di kota Nagasaki.

Semua bom tersebut dijatuhkan di Amerika dengan tujuan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat. Pada momen kekosongan kekuasaan inilah Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

1.     Pertemuan di Dalat

 

Setelah Jepang semakin terpojok karena dua kota terbesarnya sudah di bom oleh Amerika Serikat dan pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu.

Dua hari sebelum Jepang menyerah kepada sekutu atau tepatnya pada tanggal 12 Agustus 1945, tiga tokoh nasional, yang terdiri dari Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Soekarno, dan Drs. Mohammad Hatta memenuhi undangan dari Jenderal Terauchi di Dalat (Vietnam Selatan). Jenderal Terauchi merupakan Panglima tentara besar tentara Jepang di Asia Tenggara.

Pada pertemuan yang terjadi di Dalat antara tiga tokoh nasional dan Jenderal Terauchi ada beberapa hal yang disampaikan oleh Jenderal Terauchi, adapun beberapa hal yang disampaikan sebagai berikut.

·         Pemerintah Jepang memutuskan untuk memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

·         Untuk melaksanakan kemerdekaan maka dibentuk Panitia Persatuan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

·         Pelaksanaan kemerdekaan secepat mungkin akan dilaksanakan setelah semua persiapan selesai dilakukan dan secara berangsur-angsur dari Pulau Jawa kemudian disusul pulau-pulau lainnya.

·         Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia-Belanda.

Pertemuan yang terjadi di Dalat seharusnya menjadi sebuah momentum atau kesempatan Indonesia untuk merdeka. Namun, pada pertemuan yang terjadi di Dalat itu terjadi perbedaan pendapat antara tokoh golongan tua dan golongan muda. Hingga pada akhirnya perdebatan yang terjadi mendapatkan titik temu.

2.     Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda

 

Soekarno dan Mohammad Hatta kembali ke Jakarta setelah semua urusan di Dalat selesai. Meskipun Soekarno dan Mohammad Hatta diantar oleh Laksamana Muda Tadashi Maeda untuk menemui Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda. Namun, Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto tidak ingin menerima Soekarno dan Mohammad Hatta dan segera memberikan perintah kepada Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang untuk menerima kedatangan rombongan itu.

Ketika menerima pertemuan dengan rombongan itu, Nishimura mengungkapkan bahwa sejak siang hari pada 16 Agustus 1945 telah menerima perintah dari Tokyo bahwa Jepang harus menjaga status quo sehingga tidak bisa memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Padahal saat bertemu Marsekal Terauchi di Dalat, ia sudah menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia sehingga Soekarno dan Hatta merasa kecewa. Pada akhirnya, Soekarno dan Hatta meminta kepada Nishimura supaya tidak menghalangi kerja PPKI.

Setelah pulang dari rumah Nishimura, Soekarno dan Hatta pergi ke rumah Laksamana Maeda yang diiringi oleh Miyoshi untuk melakukan rapat mempersiapkan teks Proklamasi. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno. Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo serta disaksikan oleh Sukarni, B.M. Diah Sudiro (Mbah), dan Sayuti Melik.

Pada saat merancang teks Proklamasi, tiba-tiba Shigetada Nishijima seolah-olah mencampuri penyusunan teks Proklamasi dengan memberikan saran agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif.

Berkaitan dengan pendapat Nishijima, Soekarno, Mohammad Hatta, Ahmad Soebardjo, B. M. Diah, Sukarni, Sudiro, dan Sayuti Melik mereka semua tidak setuju dengan pendapat Nishijima, tetapi di beberapa kalangan pendapa Nishijima masih diagungkan.

Setelah semua konsep telah disepakati, maka Sayuti Melik menyalin teks dan mengetik naskah di mesin ketik milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman.

Pada awalnya, pembacaan Proklamasi akan dilaksanakan di lapangan Ikada, tetapi karena alasan keamanan kemudian pelaksanaan pembacaan Proklamasi dipindahkan ke kediaman Presiden Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56.

Peristiwa Rengasdengklok

Pada awalnya peristiwa pemboman kota Hirosima dan Nagasaki disembunyikan agar tidak ada yang tahu, tetapi pada akhirnya peristiwa tersebut terdengar sampai ke telinga para pemuda lewat siaran radio BBC di Bandung sehingga membuat mereka segera bergerak dan meminta Proklamasi Kemerdekaan Indonesia segera dikumandangkan.

Para pemuda tersebut di bawah pimpinan Chaerul Saleh melakukan rapat dan rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan, yaitu kemerdekaan adalah hak rakyat Indonesia, Pemutusan hubungan dengan Jepang, dan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta diharapkan untuk segera membacakan Proklamasi Kemerdekaan.

Setelah mendapatkan keputusan dari rapat yang diadakan, kemudian para pemuda tersebut mengirim utusan (Wikana dan Darwis) agar segera bertemu dengan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta untuk menyampaikan hasil rapat tersebut dan meminta Proklamasi Kemerdekaan segera dilaksanakan pada 16 Agustus 1945.

Dengan alasan Jepang masih bersenjata lengkap dan memiliki tugas menjaga status quo maka gagasan para pemuda tersebut ditolak oleh golongan tua sehingga terjadi perbedaan pendapat.

Wikana dan Darwis menyampaikan hasil laporan dari pembicaraan dengan Soekarno dan Mohammad Hatta kepada para pemuda yang sudah berkumpul di Asrama Menteng 31. Para pemuda yang berkumpul terdiri dari Chaerul Saleh, Yusuf Kunto, Surachmat, Johan Nur, Singgih, Mandani, Sutrisno, Sampun, Subadio, Kusnandar, Abdurrahman, dan Dr. Muwardi.

Para pemuda tersebut merasa kecewa setelah mendengar hasil laporan tersebut sehingga membuat suasana rapat menjadi panas. Kemudian para pemuda tersebut membuat gagasan untuk mengamankan Soekarno dan Hatta untuk dengan cara keluar kota yang jauh. Untuk hal ini, para pemuda tersebut menyerahkan tugas ini kepada Syudanco Singgih dan kawan-kawan dari PETA Jakarta.

Sukarni dan Yusuf Kunto mendampingi Syudanco Singgih dalam menjalankan tugasnya. Menurut Singgih, Rengasdengklok merupakan tempat yang tepat dan aman untuk Soekarno dan Hatta. Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Saat di Rengasdengklok, para pemuda berusaha dengan keras supaya Soekarno dan Mohammad Hatta segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan.

Awalnya, Soekarno dan Mohammad Hatta tidak ingin melakukan Proklamasi Kemerdekaan. Namun, setelah melakukan perundingan dengan kelompok pemuda dan Ahmad Subardjo.

Akhirnya, Soekarno dan Mohammad Hatta akan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Setelah selesai memproklamasikan kemerdekaan, sore harinya Soekarno dan Mohammad Hatta kembali ke Jakarta bersama Ahmad Subardjo dan Sudiro.

Penyebaran Teks Proklamasi

 

Setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, terjadi suatu kendala atau masalah utama, yaitu menyampaikan penyebaran berita atau informasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia.

Pada tahun 1945, alat komunikasi masih sangat terbatas dan belum memadai. Bukan hanya itu, Jepang juga melarang Indonesia untuk menyebarkan berita Proklamasi ke seluruh wilayah Indonesia. Larangan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan berita Proklamasi terlambat sampai ke beberapa daerah, khususnya daerah di luar Jawa.

Penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan penuh dengan perjuangan, salah satu orang yang berjasa dalam penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan yaitu Jusuf Ronodipuro, ia membuat pemancar radio baru setelah kantor berita Domei disegel dan karyawannya dilarang masuk.

Perjuangan penyebaran berita Proklamasi juga dilakukan lewat media pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa yang terbit pada tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita Proklamasi Kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Selain menyebarkan berita Proklamasi melalui media massa dan pemancar radio, berita Proklamasi juga disebarkan secara langsung oleh para utusan daerah yang menghadiri sidang PPKI pada 18 Agustus 1945. Para utusan tersebut antara lain, Teuku Mohammad Hassan dari Aceh, Sam Ratulangi dari Sulawesi, Ketut Pudja dari Sunda Kecil (Bali), dan A. Hamidan dari Kalimantan.

Arti Penting Proklamasi Bagi Bangsa Indonesia

 

Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan suatu hal yang berarti sehingga memberikan arti penting bagi bangsa Indonesia. Berikut beberapa arti penting Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bagi bangsa Indonesia.

1.      Merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia setelah berjuang selama berpuluh-puluh tahun sejak 20 Mei 1908.

2.      Sebagai informasi bahwa negara Indonesia telah melepaskan diri dari kurungan penjajahan bangsa lain.

3.      Sebagai titik balik untuk mencapai tujuan nasional bangsa dan sebagai titik awal lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

4.      Sebagai titik awal penghentian segala bentuk penjajahan yang terjadi di Indonesia.

5.      Merupakan sumber hukum bagi pembentukan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dari Miangas sampai Rote dan dari Sabang sampai Merauke.

6.      Sebagai titik awal landasan cita-cita negara Indonesia karena cita-cita bangsa dan negara Indonesia tercantum di dalam pembukaan UUD 1945.

7.      Dijadikan sebagai alat hukum internasional untuk menyatakan kepada rakyat dan seluruh dunia bahwa bangsa dan negara Indonesia sudah lepas dari jajahan dan sudah memegang hak kemerdekaan.

 

Share:

Minggu, 23 Oktober 2022

Teks Laporan Percobaan

Laporan Percobaan: Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, dan Contoh Laporan percobaan.

Mengenal teks laporan percobaan tujuan, ciri-ciri, struktur, hingga contohnya.

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Secara umum, teks laporan percobaan digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, hasil eksperimen atau laporan praktikum yang di dalamnya memaparkan bahan, alat, dan proses percobaan. 

Biasanya, seseorang atau kelompok yang  akan melakukan percobaan punya dugaan hasil atau hipotesis. Hipotesis tersebutlah yang harus diuji dan dibuktikan dalam kegiatan percobaan.

Sebenarnya teks laporan percobaan tidak jauh berbeda dengan teks laporan observasi. Namun, jika dicermati dengan saksama, perbedaan keduanya hanya terletak pada proses eksperimen yang dilakukan.


Tujuan Teks Laporan Hasil Percobaan

Tujuan percobaan adalah memahami suatu materi dengan cara eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan cara pengamatan guna mengenali hubungan sebab akibat antara gejala. Jadi, isi dari teks laporan percobaan dimulai dengan pemaparan tujuan, proses, sampai percobaan yang dibuat secara sistematis.


Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Percobaan 

Teks laporan hasil percobaan memiliki ciri-ciri berikut ini:
1. Melaporkan hasil percobaan.
2. Percobaan ilmiah dilakukan guna menguji sesuatu.
3. Teks laporan percobaan diawali dengan memaparkan tujuan percobaan.
4. Memaparkan bahan dan alat yang diperlukan untuk melasanakan percobaan.
5. Memaparkan prosedur melaksanakan percobaan dan melakukan pengamatan.
6. Memaparkan pencatatan hasil percobaan.
7. Di akhir laporan dipaparkan simpulan hasil percobaan berdasarkan hasil analisis terhadap data hasil pengamatan.


Struktur Teks Laporan Hasil Percobaan

Umumnya, teks laporan percobaan terdiri dari 5 struktur. Simak struktur berikut ini sebelum lanjut ke contoh teks laporan percobaan ya, Sobat!

1. Tujuan

Pada bagian ini, sobat harus menjelaskan latar belakang mengapa percobaan ini perlu dilakukan.

2. Bahan dan Alat

Tuliskan alat-alat yang memang benar digunakan pada saat percobaan. Bahan yang memang benar digunakan ditulis sesuai dengan apa yang digunakan saat percobaan.

3. Langkah percobaan

Sebutkan dan deskripsikan secara rinci proses atau langkah sistematis dalam proses percobaan yang sobat lakukan. Selain itu, sampaikan langkah percobaan atau cara kerja menggunakan kalimat aktif bukan kalimat suruh sehingga menceritakan  apa  yang telah dilakukan saat percobaan.

4. Hasil Percobaan

Pada bagian ini, sobat dapat menjelaskan hasil pengamatan sesuai dengan apa yang didapatkan saat percobaan. Uraikan hasil percobaan secara detail.

5. Kesimpulan

TTerakhir, buat kesimpulan dari seluruh rangkaian proses percobaan yang sobat lakukan hingga ke hasil yang sobat peroleh. Kesimpulan merupakan jawaban dari hipote.


Contoh teks Laporan Observasi



Percobaan Membuat Telur Asin

Tujuan 

Telur asin adalah telur yang dibuat dari telur bebek yang sudah melalui proses pengasinan lebih dahulu. Telur asin mengandung banyak vitamin dan gizi sehingga mengkonsumsi telur asin bisa bermanfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat mengkonsumsi telur asin adalah menjaga sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan fungsi penglihatan. Proses pembuatan telur asin sangat mudah dan sederhana dan dilakukan dengan cara tradisional. 

Alat dan bahan

Telur bebek
Abu gosok
Tanah liat
Garam
Ampelas

Langkah-langkah percobaan

1. Cuci telur bebek hingga bersih, kemudian ampelas kulit telur sampai tipis.
2. Campurkan abu gosok, tanah liat, dan garam hingga merata.
3. Lapisi telur yang sudah diamplas menggunakan bahan campuran tadi.
4. Diamkan telur pada suhu ruang hingga 20 hari atau 3 minggu.

Kesimpulan

Dari hasil percobaan telur asin di atas menghasilkan kandungan gizi yang cukup lengkap dan cocok dikonsumsi oleh segala usia, kecuali bagi penderita darah tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya kandungan garam pada telur asin. Meskipun telur asin memiliki kandungan gizi yang lengkap, tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah banyak. 

sis yang diajukan.



Share: